RANGKUMAN MATERI MATAKULIAH KOMPUTER DATA DAN JARINGAN
apa yang kalian fikirkan tentang gambar diatas?
pasti bingung kan???
nah kuy ikutin materi ini.
materi :
1. Topology Jaringan
2. Protokol Jaringan
3. Konsep IP Addreess
4. DHCP
5. Network Layer
6. Aplication Layer
7. Transport Layer
8. Routing Protokol
PEMBAHASAN
__________________________________________________________________________
1. Topology Jaringan
Topologi jaringan adalah, hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station. Pertimbangan dalam memilih Jaringan Komputer
· Keamanan/Security
· Topologi yang digunakan danProtokol yang akan dipakai
Topologi jaringan dapat dibagi menjadi 5 kategori utama seperti di bawah ini.
a. Topologi BUS
Pada topologi Bus, kedua unjung jaringan harus
diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk
memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan
kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya
dengan mentap ethernetnya sepanjang kabel. Linear Bus: Layout ini termasuk
layout yang umum. Masing-masing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya,
kecuali mesin di salah satu ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke
satu simpul lainnya. Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem
client/server, yang berarti bahwa mesin tersebut dikhususkan hanya untuk
pendistribusian data dan biasanya tidak digunakan untuk pemrosesan informasi.
Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7
komputer.
Kelebihan :
· Pengembangan jaringan atau penambahan
workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation
Kekurangan :
· Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
b. Topologi Star
Topologi
bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi
dari nodetengah ke setiap node atau pengguna. Topologi
jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.
Kelebihan :
· Kerusakan pada satu saluran hanya akan
mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
· Tingkat keamanan termasuk tinggi.
· Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
Kekurangan
· Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan terhenti
\\
c. Topologi Ring
Topologi ring adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian
titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga
membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Pada topologi cincin, komunikasi
data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan
mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara
bersamaan.
Kelebihan
· Hemat kabel
· Tidak akan terjadi tabrakan pengiriman data
(collision), karena pada satu waktu hanya satu node yang dapat mengirimkan data
Kelemahan
· Peka kesalahan, sehingga jika terdapat gangguan
di suatu node mengakibatkan terganggunya seluruh jaringan.
· Pengembangan jaringan lebih kaku
d. Topologi Mesh
Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar
perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat
lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap
perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated
links). Dengan demikian maksimal banyaknya koneksi antar perangkat pada
jaringan bertopologi mesh ini dapat dihitung yaitu sebanyak n(n-1)/2. Selain
itu karena setiap perangkat dapat terhubung dengan perangkat lainnya yang ada
di dalam jaringan maka setiap perangkat harus memiliki sebanyak n-1 Port
Input/Output (I/O ports).
Kelebihan :
· Hubungan dedicated links menjamin data langsung
dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus melalui komputer lainnya sehingga
dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus untuk berkomunikasi dengan
komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai-ramai/sharing).
· Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi
gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel
koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan mempengaruhi
koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
· Privacy dan security pada topologi mesh lebih
terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara dua komputer tidak akan dapat
diakses oleh komputer lainnya.
Kelemahan :
· Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O. semakin
banyak komputer di dalam topologi mesh maka diperlukan semakin banyak kabel
links dan port I/O (lihat rumus penghitungan kebutuhan kabel dan Port).
· Hal tersebut sekaligus juga mengindikasikan bahwa topologi jenis ini. Karena setiap komputer harus terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka instalasi dan konfigurasi menjadi lebih sulit.
e. Topologi Tree
Topologi tree pada dasarnya merupakan bentuk
yang lebih luas dari topologi star. Seperti halnya topologi star, perangkat yang ada pada topologi
tree juga terhubung kepada sebuah pusat pengendali yang berfungsi mengatur
traffic di dalam jaringan. Meskipun demikian, tidak semua perangkat pada
topologi tree terhubung secara langsung ke central HUB. Sebagian perangkat
memang terhubung secara langsung ke central HUB, tetapi sebagian lainnya
terhubung melalui secondary HUB.
Kekelebihan :
· Seperti topologi star perangkat terhubung pada
pusat pengendali /HUB.
· Topologi tree ini memiliki keunggulan lebih mampu menjangkau jarak yang lebih jauh dengan mengaktifkan fungsi Repeater yang dimiliki oleh HUB
Kekelemahan :
· Kabel yang digunakan menjadi lebih banyak sehingga diperlukan perencanaan yang matang dalam pengaturannya , termasuk di dalamnya adalah tata letak ruangan.
f. Topologi Line
Jaringan komputer dengan topologi linier biasa disebut dengan topologi linier bus, layout ini termasuk layout umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap titik koneksi (komputer) yang dihubungkan dengan konektor yang disebut dengan T Connector dan pada ujungnya harus diakhiri dengan sebuah terminator. Konektor yang digunakan bertipe BNC (British Naval Connector), sebenarnya BNC adalah nama konektor bukan nama kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Coaxial Thinnet). Installasi dari topologi linier bus ini sangat sederhana dan murah tetapi maksimal terdiri dari 5-7 Kompute
kelebihan :
· Hemat kabel, layout kabel sederhana, mudah dikembangkan, tidak butuh kendali pusat, dan penambahan maupun pengurangan terminal dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan.
kelemahan :
· Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil,
kepadatan lalu lintas tinggi, keamanan data kurang terjamin, kecepatan akan
menurun bila jumlah pemakai bertambah, dan diperlukan Repeater untuk jarak
jauh.
2. Protokol Jaringan
Pengertian
Protokol jaringan komputer adalah aturan yang ada dalam sebuah
jaringan komputer yang harus ditaati oleh pihak pengirim dan penerima agar
dapat saling berkomunikasi dan bertukar informasi meskipun memiliki sistem yang
berbeda. Di awal kemunculannya pada awal tahun 1970-an, protokol hanya dipakai
untuk menghubungkan beberapa node saja. Baru kemudian pada awal tahun 1990-an
saat internet tumbuh dengan pesat di seluruh dunia, berbagai jenis protokol
mulai bermunculan. Namun dengan banyaknya jenis protokol tersebut malah
menimbulkan sebuah masalah, yaitu adanya ketidakcocokan dari jenis protokol
buatan pabrik tertentu dengan jenis lainnya sehingga tidak bisa saling
berkomunikasi.
Kemudian International Standard Organisation (ISO) pun membuat
standarisasi protokol yang kini dikenal dengan nama Open System Interconnection
(OSI). Namun karena model OSI adalah sebagai konsep dasar dan preferensi teori
cara bekerja sebuah protokol, TCP/IP pun akhirnya dipakai sebagai standar yang
diterima secara umum karena pemakaiannya yang semakin berkembang.
Fungsi Protokol
Protokol memiliki banyak fungsi dalam jaringan komputer. Tidak
semua protokol mempunyai fungsi yang sama. Beberapa diantaranya berfungsi sama
meskipun ada di tingkatan yang berbeda. Sejumlah protokol harus bergabung dulu
dengan protokol lainnya untuk membangun sistem komunikasi yang utuh.
Fungsi protokol jaringan komputer secara umum adalah untuk
menghubungkan pengirim dan penerima dalam berkomunikasi dan bertukar informasi
supaya dapat berjalan dengan akurat dan lancar. Fungsi lainnya dari protokol
adalah sebagai berikut:
1.
Encapsulation: sebagai
pelengkap informasi yang akan dikirimkan bersama dengan alamat, kode-kode
koreksi, dan lainnya. Paket data ini dinamakan dengan Frame. Data kemudian
dikirimkan dalam blok-blok dan dikendalikan oleh Protocol Data Unit (PDU)
dimana masing-masing PDU berisi kontrol informasi dan data. Contoh protokol
dengan fungsi encapsulation adalah HDLC, ATM,
LLC, IEEE 802.11, IEEE 802.3, frame relay, TFTP, dan AAL5.
2.
Connection control: membangun hubungan komunikasi dari transmitter ke receiver untuk mengirim data dan mengakhiri hubungan.
3.
Flow control: mengatur
perjalanan data dari transmitter ke receiver yang dilakukan dengan cara satu-persatu guna
membatasi jumlah data yang dikirimkan. Pada fungsi ini harus terdapat fitur
Stop-And-Wait yang artinya masing-masing PDU harus diakui sebelum proses
pengiriman selanjutnya.
4.
Error control: mengawasi
terjadinya kesalahan saat proses pengiriman data. Jika terdapat kesalahan, maka
paket akan langsung dibuang.
5.
Fragmentasi: proses dimana
pihak pengirim membagi informasi yang dikirim menjadi beberapa paket data.
Proses ini ditandai dengan urutan beberapa PDU dengan berbagai batasan ukuran.
6.
Reassembly: proses dimana
pihak penerima mengembalikan kembali paket-paket data menjadi satu paket yang
lengkap.
7.
Transmission service: memberi pelayanan komunikasi data seputar prioritas dan
keamanan data. Contohnya saja prioritas paket, pengaturan batas koneksi,
membatasi akses paket, mutu jaringan, dan lainnya.
Jenis-jenis Protokol
Terdapat beberapa jenis protokol jaringan komputer yang bisa diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak, maupun kombinasi
________________________________________________________________________
3. Konsep IP Addreess
Apa Itu IP Address?
Internet Protocol Address atauIP Address adalah barisan angka yang dimiliki setiap perangkat yang terhubung dengan internet. Deretan angka-angka ini berbeda antara satu perangkat dengan lainnya dan digunakan agar saling berhubungan dalam jaringan internet.
Seperti yang sudah disebutkan sebelumya, IP Address berperan dalam menghubungkan suatu perangkat ke jaringan internet. Lalu, bagaimana dapat mengakses internet dengan deretan angka-angka tersebut?
Pada dasarnya, setiap website memiliki IP Address tersendiri. Pada saat kamu mengakses sebuah situs, terjadi pertukaran data-data antara situs tersebut dengan perangkat yang kamu gunakan. Proses itu terjadi berkat adanya IP Address atau alamat yang menghubungkan perangkat ke jaringan internet.
Fungsi IP Address
IP Address berfungsi untuk menghubungkan perangkat ke jaringan internet. Ternyata ada fungsi lainnya jika dilihat lebih dalam. Berikut di antaranya.
Menunjukkan identitas perangkat
IP Address juga disebut sebagai identitas perangkat dalam jaringan internet. Sebuah perangkat dapat teridentifikasi dari alamat IP-nya. Pemilik situs atau pada jaringan WiFi publik dapat mengetahui alamat-alamat IP yang mengaksesnya.
Alamat pengiriman data ke perangkat
Sesuai dengan namanya, IP Address berfungsi sebagai alamat pengiriman data ke perangkat. Ketika kamu mengakses sebuah website sebenarnya terjadi proses pengunduhan yang dilakukan oleh perangkat terhadap data yang dikirim dari website tersebut. Proses itu dapat terjadi karena adanya IP Address sebagai alamat pengiriman data.
Simpulan
Sahabat Coletehan, itu dia penjelasan mengenai apa itu IP Address, jenis-jenis hingga fungsinya. Ternyata IP Address merupakan salah satu komponen penting agar kita dapat terhubung dengan internet melalui perangkat yang sedang digunakan.
Alamat IP adalah deretan angka yang dimiliki tiap perangkat untuk terhubung ke internet. Semakin banyaknya pengguna internet, alamat IP akan semakin dibutuhkan. Fungsi dasarnya sebagai identitas perangkat dan alamat pengiriman data adalah hal yang krusial bagi proses penggunaan internet.
__________________________________________________________________________
4. DHCP
Apa itu DHCP?
DHCP ( Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang dipakai untuk memudahkan penyebaran alamat IP (internet protocol) secara otomatis ke perangkat lainnya.
Tanpanya, konfigurasi harus dilakukan secara manual pada setiap komputer agar mendapatkan alamat IP yang berbeda. Hal ini tentu akan merepotkan dan lama waktu, bukan? Lebih jika dikonfigurasi dilakukan pada jaringan besar. alamat IP sendiri adalah barisan angka pada sebuah perangkat yang memungkinkan perangkat Anda terhubung dengan Internet. Sehingga Anda dapat mengakses halaman web, email, dan lainnya.
Nah, dengan menggunakan DHCP, alamat IP dapat dibagikan ke banyak perangkat dalam satu waktu otomatis. Itulah mengapa perangkat ini banyak diterapkan pada jaringan baik skala kecil maupun besar.
Perbedaan DHCP Server dan DHCP Client

Dalam jaringan komputer, terdapat istilah server dan client. Server adalah perangkat yang menyimpan seluruh data, mengelola, dan mengatur segala aktivitas yang ada di jaringan tersebut. Sementara client adalah perangkat yang meminta layanan dari server.
Pada DHCP pun dikenal istilah DHCP server dan DHCP client. Lalu apa perbedaan keduanya?
DHCP server adalah perangkat yang disimpan untuk mengatur dan memberikan alamat IP secara otomatis kepada komputer klien yang ada. Sementara itu, komputer /perangkat lain seperti handphone yang menerima alamat IP dari DHCP server disebut DHCP client .
DHCP server biasanya memberikan alamat IP khusus yang dinamis pada setiap komputer klien. Jadi, alamat IP yang dikirim oleh DHCP server dapat kadaluarsa pada waktu yang ditentukan.
Namun, biasanya server DHCP akan mengalami masa alamat IP tersebut secara otomatis. Di sinilah kelebihan menggunakan perangkat ini, sehingga komputer klien atau sysadmin sekalipun tidak harus melakukan apa-apa.
Fungsi DHCP Server
Berikut ini beberapa fungsi DHCP server yang perlu Anda ketahui:
1. Mengelola dan Mendistribusikan Alamat IP
Secara umum, fungsi dari perangkat ini adalah untuk mengelola dan memudahkan distribusi alamat IP ke komputer klien. Proses distribusi ini dapat dilakukan ke banyak perangkat sekaligus secara otomatis. Artinya, Anda tidak perlu melakukan konfigurasi pada setiap komputer.
2. Mencegah Konflik IP
Konflik IP terjadi karena adanya dua perangkat yang memiliki alamat IP yang sama. Jika hal ini terjadi, perangkat tersebut tentu tidak dapat terhubung dengan jaringan.
Dengan menggunakan perangkat ini, kesalahan dalam pembagian alamat IP dapat diminimalisir. Selain itu, dapat juga mengelola pembagian alamat IP dengan baik sehingga kemungkinan terjadi kesalahan sangat minim.
3. Memperbarui Alamat IP secara Otomatis
Alamat IP yang diberikan oleh server biasanya memiliki masa pemakaian atau masa kadaluarsa. Jika alamat IP masih digunakan telah berakhir, Anda perlu masa pemakaian atau meminta alamat IP yang baru.
Dengan Dynamic Host Configuration Protocol , alamat IP dapat diaktifkan kembali secara otomatis tanpa perlu mengkonfigurasi kembali.
4. Dukungan Penggunaan Kembali Alamat IP
Alamat IP yang pernah digunakan dapat digunakan kembali oleh komputer client. Namun, untuk menggunakan kembali, perlu dipastikan alamat IP sedang tidak digunakan oleh komputer lain.
Dynamic Host Configuration Protocol server akan membantu Anda mengecek apakah alamat IP sedang off dan bebas pakai. Sehingga alamat IP dapat digunakan kembali.
Cara Kerja DHCP Server

Ketika pengguna melihat komputer dan menghubungkannya ke server dengan layanan ini, otomatis komputer akan meminta alamat IP ke server secara otomatis. Kemudian server menjawab permintaan tersebut hingga akhirnya komputer mendapatkan alamat IP dan terhubung ke jaringan.
Untuk lebih jelas mengenai cara kerjanya, simak proses-proses yang terjadi pada layanan ini.
1. Penemuan Paling Sedikit IP
Pada tahap pertama ini disebut sebagai tahap penemuan. Saat client terhubung dengan jaringan, client akan mencari DHCP server yang bekerja pada jaringan tersebut. Klien akan mengirimkan pesan DHCPDISCOVER ke subnet jaringan menggunakan alamat tujuan 255.255.255.255. Setelah itu, client akan meminta alamat IP yang tersedia pada DHCP server.
2. Penawaran Paling Sedikit IP
Ketika DHCP server menerima pesan DHCPDISCOVER dari client, server akan membuat penawaran kepada dengan mengirim pesan DHCPOFFER ke client. Pesan tersebut berisi id client, alamat IP yang ditawarkan, subnet mask, durasi penggunaan, dan alamat IP DHCP server.
3. Permintaan Sewa IP
Setelah menerima penawaran dari DHCP server, klien kemudian menyetujui penawaran yang diberikan dengan memberikan pesan DHCPREQUEST kepada server. Isi pesannya adalah meminta agar server meminjamkan salah satu alamat IP yang tersedia di kumpulan alamat IP DHCP.
4. Pengakuan Sewa IP
Pada tahap terakhir ini, setelah server menerima pesan permintaan dari client. Server akan mengirim pesan berupa paket DHCPACK kepada klien. Paket ini berisi alamat IP, durasi, dan informasi konfigurasi lain yang mungkin dibutuhkan klien.
Pada tahap alamat IP diberikan, berarti proses konfigurasi IP telah selesai. Setelah alamat IP diberikan kepada klien, server akan mencoret dan memberi tanda pada alamat IP tersebut di database yang mereka miliki.
Setelah proses ini selesai dan berhasil, klien komputer dapat menggunakan jaringan tersebut dan bertukar data dengan klien komputer lain di jaringan lokal tersebut.
Kesimpulan
DHCP merupakan layanan pendistribusian alamat IP ke komputer klien secara otomatis. Dengan perangkat ini, seorang admin server tidak perlu melakukan pengaturan alamat IP pada setiap komputer klien yang ingin terhubung dengan jaringan.
Selain itu, dengan server DHCP, kemungkinan terjadinya Konflik IP dapat karena memberi tanda alamat IP yang telah digunakan pada kumpulan DHCP. Alamat IP yang telah digunakan dan dalam keadaan off pun dapat digunakan kembali (reusable). Itulah mengapa banyak pihak yang menerapkan layanan ini pada jaringan mereka.
__________________________________________________________________________
5. Network Layer
Definisi Network Layer
Pengalamatan logis dan melakukan pemetaan ( routing ). Terhadap paket-paket melalui jaringan. Membuat dan menghapus koneksi dan jalur koneksi antara dua nodedi dalamsebuah jaringan. Mentransfer data, membuat dan mengkonfirmasi penerimaan, dan mengeset ulang koneksi. Lapisan jaringan juga menyediakan layanan connectionless dan connection-oriented terhadap lapisan transport yang berada di atasnya. Lapisan jaringan jugamelakukan fungsinya secara erat dengan lapisan fisik (lapisan pertama)dan lapisandata-link (lapisan kedua) dalam banyak implementasi protokol dunia nyata.Dalam jaringan berbasis TCP/IP, alamat IP digunakan di dalam lapisan ini.
Fungsi-fungsi Network Layer
Network layer adalah lapisan ketiga dari bawah dalam model referensi jaringan OSI. Lapisan ini bertanggung jawab untuk melakukan beberapa fungsi berikut:
fungsi utama:
- -path determination:
menentukan rute yang ditempuh paket dari sumber ketujuan ( Routing algorithms)
- -switching:
memindahkan paket dari input router ke output router
beberapa arsitektur jaringan mensyaratkan router call setup sepanjang jalur sebleum data dialirkan.
Network layer berfungsi untuk pengendalian operasi subnet. Masalah desain yang penting adalah bagaimana caranya menentukan route pengiriman paket dari sumber ke tujuannya. Route dapat didasarkan pada table statik yang dihubungkan ke´ network. Route juga dapat ditentukan pada saat awal percakapan misalnyasession terminal. Terakhir, route dapat juga sangat dinamik, dapat berbeda bagi setiap paketnya. Oleh karena itu, route pengiriman sebuah paket tergantung beban jaringan saat itu.
Cara Kerja Aplication Layer model OSI dalam jaringan komputer.
7. Transport Layer
Apa Itu Transport Layer?
Sesuai dengan namanya, transport layer jaringan komputer yang merupakan sebuah lapisan transportasi. Transport layer ini dapat menggabungkan beberapa koneksi transport ke dalam jaringan koneksi yang sama. Transport Layer bertanggung jawab untuk menyampaikan data ke proses aplikasi yang sesuai pada komputer host.
Proses penyampaian data yang dilakukan oleh transport layer ini melibatkan multiplexing statistik data dari beberapa proses aplikasi yang berbeda, yaitu dengan cara membentuk paket data, dan nomor port tujuan dalam header setiap paket data yang berada pada Transport Layer. Nomor port merupakan soket jaringan, yaitu alamat identifikasi proses-proses komunikasi. Dalam model OSI, fungsi ini didukung oleh session layer.
Fungsi dari Transport Layer
Ada banyak fungsi utama dari transport layer. Berikut ini adalah beberapa fungsi utama dari transport layer :
- Menerima data dari session layer
Session layer adalah layer atau lapisan yang berjalan atau bekerja sebelum masuk ke dalam transport layer. Setelah data melewati session layer, maka tugas berikutnya dari transport layer adalah menerima segala bentuk data yang sudah melewati session layer, untuk kemudian diproses lebih lanjut di dalam transport layer.
- Memecah data menjadi bagian – bagian yang lebih kecil
Sebuah data terkadang terlalu besar untuk diteruskan di dalam sebuah sistem atau siklus jaringan komputer. Karena itu, untuk dapat meneruskan sebuah data dengan tepat dan baik, dibutuhkan sebuah proses pemecahan data, yang berguna untuk mempermudah proses transmisi data dan mempermudah data agar bisa melewati layer atau lapisan selanjutnya dengan lebih baik, optimal dan efisien.
Peran Penting dari Transport Layer
Selain memiliki 4 fungsi dasar yang sudah disebutkan diatas, transport layer sendiri memiliki beberapa peran penting yang didefinisikan secara teknis. Ada beberapa peran penting dari transport layer secara teknis, yaitu :
- Service point addressing
Service point addressing mengacu pada kemampuan dari transport layer dalam menentukan dan menangani pengiriman data yang spesifik untuk aplikasi yang berlainan. Aplikasi yang berlainan tentu saja harus memperoleh jenis message yang berlainan pula, sehingga harus memiliki alamat atau address tersendiri. Alamat atau address tersendiri inilah yang dikenal denan nama service point addressing, yang merupakan peran dan tanggung jawab dari transport layer.
- Segmentation dan Reassembly
Layer transport juga memiliki peran penting dalam melakukan reassembly dan egmentation. Hal ini berarti transport layer dapat memecah belah data menjadi segment atau paket data tertentu, dan begitu pula sebaliknya, dimana transport layer memiliki peran yang juga penting untuk melakukan proses reassembly, atau penyatuan kembali segmen – segmen tersebut menjadi satu kesatuan data yang utuh.
- Connection Control
Transport layer juga memiliki peran penting lainnya sebagai conecctionless ataupun connection oriented, dan dapat mengontrol jenis connection yang akan digunakan dalam proses transmisi data.
- Flow Control
Transport layer juga memiliki peran dan tanggung jawab dalam melakukan proses flow control, atau pengontrol aliran. Jadi, transport layer dapat mengatur bagaimana alur yang terjadi dalam sebuah koneksi, terutama dalam hal koneksi yang bertipe end – to end connection.
- Error Control
Transport layer juga memiliki fungsi dan tugas teknis dalam melakukan pnengontrolan terhadap error atau error control. Sama seperti flow control, error control yang dilakukan oleh transport layer dilakukan pada koneksi end – to end connection.
__________________________________________________________________________
8. Routing Protokol
Routing Protocol
Protokol routing adalah protokol yang digunakan untuk proses routing yaitu saling bertukar data table routing. Contoh routing protocol yang umum digunakan adalah :
⦁ Static Route / Routing Statis
⦁ Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP)
⦁ Border Gateway Protocol (BGP)
⦁ Interior Gateway Routing Protocol (IGRP)
⦁ Open Shortest Path First (OSPF)
⦁ Intermediate System to Intermediate System (IS-IS)
⦁ Routing Information Protocol (RIP)
Informasi detail mengeni masing-masing routing protocol akan dijelaskan di artikel terpisah.
Routing Statis dan Routing Dinamis
Berdasarkan bagaimana table routing itu dibuat, routing dibedakan menjadi dua yaitu Static Route (Routing Statis) dan Dynamic Route (Routing Dinamis). Berikut ini perbedaan routing statis dan routing dinamis dilihat dari beragai aspek.
Tabel Routing
Tabel routing statis dibuat atau diubah secara manual oleh administrator. Sedangkan routing dinamis dibuat otomatis oleh sistem.
Jika ada Perubahan Topologi
Routing statis memerlukan penyesuaian ulang oleh administrator. Sedangkan routing dinamis akan otomatis meyesuaikan.
Penggunaan Sumberdaya (Resource)
Static routing tidak memakan resource, karena tabel routing dibuat manual. Sedangkan routing dinamis akan memakan resources (CPU, Memori, Bandwidht) karena setiap beberapa detik router akan berkomunikasi dengan router sekitarnya untuk mengupdate tabel routing.
Keamanan
Routing statis lebih aman dibandingkan routing dinamis karena routing statis tidak akan membuat tabel routing selain apa yang dikonfigurasikan oleh administrator.
Default Route
Deafult route adalah rule routing yang akan dipilih jika tidak ada rule yang cocok dengan tujuan paket. Default route dikonfigurasi secara manual (masuk ke routing statis) dan gateway dari rule default route disebut default gaetway. Default routing biasanya dideklarasikan (ditulis) dengan ip 0.0.0.0 dan netmask 0.0.0.0. Contoh kasusnya ada table routing seperti ini :0.0.0.0/0 via 10.10.10.1
192.168.1.0/24 via 10.10.10.10
200.200.200.0/24 via 172.16.1.1
Misal ada packet mau menuju ke 192.168.5.1. Sedangkan 192.168.5.1 networknya kan 192.168.5.0 dan network tersebut tidak ada di table routing. Maka dipilihlah default gateway yaitu 10.10.10.1 untuk meneruskan paketnya.
Interior Gateway Protocol dan Exterior Gateway Protocol
Jaringan Internet tersusun dari banyak AS (Autonomus System). Autonomus System adalah kumpulan router di dalam satu authority yang sama.
Perbedaan IGP dan EGP yaitu, Interior Gateway Protocol (IGP) digunakan untuk routing dalam sebuah autonomus system (internal). Sedangkan Exterior Gateway Protocol (EGP) digunakan untuk menghubungkan antar autonomus system (external).
Contoh routing protocol yang termasuk Interior Gateway Protocol adalah RIP, OSPF, IGRP, EIGRP, dan IS-IS.
Contoh routing protocol yang termasuk Exterior Gateway Protocol adalah Border Gateway Protocol (BGP).
Dalam berkembangnya waktu protokol yang dikembangkan untuk IGP juga tersedia untuk digunakan sebagai EGP dan sebaliknya. Contohnya adalah EIGRP, ada Internal EIGRP untuk IGP dan External EIGRP. Selain EIGRP, BGP pun ada versi internal dan externalnya juga.
Sekedar info tambahan saja, EIGRP ini adalah cisco proprietary routing protocol, routing protocol yang dikembangkan oleh cisco khusus untuk perangkat cisco jadi tidak ada di perangkat dari vendor lain.
Distance Vector dan Link State
Masing-masing dynamic routing protocol (routing protokol dinamis) mempunyai cara tersendiri dalam menentukan gateway atau aturan tabel routingnya. Secara umum dibagi menjadi dua yaitu Distance Vector dan Link State. Berikut ini adalah perbedaan Distance Vector dan Link State.
Sesuai namanya, Distance Vector menentukan gateway routing berdasarkan jarak (next-hop), mana yang next-hopnya palig sedikit itulah yang akan dilalui. Jika dilihat dari ilustrasi di atas, alur routing distance-vector ditunjukan oleh garis panah berwarna merah.
Protocol jenis Distance Vector hanya mengetahui route dan metric untuk menuju destination tertentu. Protocol tersebut tidak mempunyai informasi tentang peta jaringan atau topologi secara keseluruhan.
Yang termasuk protokol routing distance vector yaitu : RIP, IGRP, dan EIGRP.
Link State
Protokol link-state menentukan gateway routing berdasarkan metric cost. Jarak, bandwidth, bahkan jenis media transmisi berpengaruh dalam menentukan gateway routing pada protokol ini. Jika dilihat dari ilustrasi di atas, alur routing link-state ditunjukan oleh garis panah berwarna ungu.
Routing protocol jenis link-state mengetahui peta jaringan atau topologi jaringan secara keseluruhan dengan mengumpulkan informasi dari setiap router. Untuk jaringan dengan skala yang luas (large network), link-state didesign secara hierarchical atau dibagi menjadi area-area. Area yang harus ada pada link-state adalah area 0 atau backbone. Pembagian menjadi area-area ini bertujuan mengurangi resource router dengan setiap area mempunyai table routing yang berbeda dengan area yang lain.
Yang termasuk protokol routing link state yaitu : OSPF dan IS-IS.
Classfull dan Classless
Classfull Routing Protocol
Classfull Routing adalah protocol routing yang menerapkan konsep klasifikasi IP, routing protocol ini tidak mengirimkan informasi netmask. Sebagai gantinya dia akan otomatis menegenal netmask/prefix suatu IP berdasarkan class IP tersebut.
IP Class A = 255.0.0.0 (/8)
IP Class B = 255.255.0.0 (/16)
IP Class C = 255.255.255.0 (/24)
Misal ada network 192.168.1.0. Classfull routing protocol secara default menganggap netmask network tersebut 255.255.255.0 karena IP 192.168.1.0 adalah class C. Demikian pula dengan class lainnya. Kita tidak bisa mengcustom prefix pada routing protocol ini.
Contoh Classfull Routing Protocols: RIPv1 dan IGRP.
Classless Routing Protocol
Sesuai namanya, Classless bisa disebut tidak peduli kelas IP. Perbedaan classless dan classfull routing protocol terletak pada netmask/prefix. Classless routing protocol akan selalu mengirimkan informasi netmask/prefix disetiap updatenya. Classless akan menggunakan netmask/prefix sesuai apa yang administrator inputkan.
Jadi misalnya ada ip 10.10.10.0/28, maka classless routing protocol akan menggunakan prefix /28 (255.255.255.240) untuk IP 10.10.10.0 meskipun itu IP class A.
Contoh Classless Routing Protocols: RIPv2, OSPF, EIGRP, dan IS-IS.
Routing Protocol Code
Pada tabel routing cisco, di awal baris suatu rule routing ada huruf yang menjadi indikator tersendiri. Contohnya routing tabel ini. Nah masing-masing huruf tersebut menunjukan routing protocol yang membuat rule routing tersebut.
⦁ C - Connected (langsung terhubung tanpa routing)
⦁ S - Static Routing
⦁ I - IGRP
⦁ O - OSPF
⦁ R - RIP
⦁ B - BGP
⦁ D - EIGRP
⦁ EX - External EIGRP
⦁ dll,
Administrative Distance
Apa itu Administrative Distance? Administrative Distance adalah nilai default yang dimiliki masing-masing routing protocol untuk menentukan routing protocol mana yang lebih dipercaya. Semakin rendah nilai administative distance maka semakan dipercaya routing protocol tersebut dan semakin dipriotitaskan jika ada conflict rule. Berikut ini adalah tabel administrative distance :
Contoh kasus seperti ini, kalo kita perhatikan di tabel routing yang awal tadi, ada dua rule routing yang networknya sama tapi gatewaynya beda. Routing protocolnya yang satu OSPF dan yang satu RIP. Maka paketnya akan lewat mana?O 10.10.10.0/24 [110/2] via 1.1.1.1, 00:02:21, GigabitEthernet0/1
R 10.10.10.0/24 [120/1] via 8.8.8.8, 00:01:36, GigabitEthernet0/2
__________________________________________________________________________
sekian coletehan tulisan rangkuman materi yang dapat saya tulis semoga bermanfaat :")
comment dan like ya jangan lupa
__________________________________________________________________________

Nambah ilmu🙏
BalasHapusAlhamdulillah sangat bermanfaat
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapussangat bermanfaat mb
BalasHapusSiap mbak jazakillahukhoiro
HapusSiap mbak jazakillahukhoiro
HapusMateri yang disajikan sangat mudah dipahami, bermanfaat dan menambah ilmu
BalasHapus